Kraton Yogyakarta

26 10 2009

DSC02684Setiap mendengar kata Yogyakarta, pikiran kita akan langsung tertuju pada kraton. Kraton adalah ciri khas yang dimiliki kota ini dibandingkan dengan kota-kota lain di Indonesia. Hal ini disebabkan karena Yogyakarta merupakan daerah istimewa yang dipimpin oleh raja yaitu Sultan sebagai gubernurnya.

Kraton Ngayogyakarta Kadiningrat berada ditengah kota Yogyakarta. Kraton ini dibangun oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1756 di wilayah hutan Beringan. Wilayah kraton membentang antara Tugu ( batas utara) dan Panggung Krapyak ( batas selatan), antara Sungai Code (sebelah timur) dan Sungai Winongo (sebelah barat), antara Gunung Merapi dan Laut Selatan.

Istilah Karaton, Keraton atau Kraton, berasal dari kata ka-ratu-an, yang berarti tempat tinggal ratu/raja. Sedang arti lebih luas, diuraikan secara sederhana, bahwa seluruh struktur dan bangunan wilayah Kraton mengandung arti berkaitan dengan pandangan hidup Jawa yang essensial, yakni Sangkan Paraning Dumadi (dari mana asalnya manusia dan kemana akhirnya manusia setelah mati).

Pusat wilayah kraton Yogyakarta luasnya 14.000 meter persegi. Kraton Yogyakarta ini menghadap ke arah utara, dengan halaman depan berupa alun-alun Lor (alun-alun utara), yang jaman dahulu dipergunakan sebagai tempat mengumpulkan rakyat, latihan perang bagi prajurit kraton, dan tempat penyelenggaraan upacara adat. Bagian tengah alun-alun terdapat dua pohon beringan yang disebut beringan kurung (waringin kurung). Pohon tersebut bernama kya dewadaru (sebelah barat) yang bibitnya berasal dari majapahit dan kyai wijayadaru (sebelah timur), bibitnya berasal dari pajajaran. Dua pohon ini sebagai symbol bahwa didunia ini terdapat dua sifat berbeda yang saling bertentangan (dualisme).

DSC02687“Setelah diguncang gempa tahun 1867, Kraton mengalami kerusakan berat. Pada masa HB VII tahun 1889, bangunan tersebut dipugar. Meski tata letaknya masih dipertahankan, namun bentuk bangunan diubah seperti yang terlihat sekarang,” ungkap Suripto pemandu wisata kraton.

Tugu dan Bangsal Manguntur Tangkil atau Bangsal Kencana (tempat singgasana raja), terletak dalam garis lurus, ini mengandung arti, ketika Sultan duduk di singgasananya dan memandang ke arah Tugu, maka beliau akan selalu mengingat rakyatnya (manunggaling kawula gusti).

Fungsi kraton sendiri meliputi sebagai tempat tinggal raja dan keluarga, sebagai pusat pemerintahan, sebagai pusat kebudayaan dan pengembangan, dan merupakan museum perjuangan bangsa.


Penulis : Metta Widyaningrum (153070201)

Reporter dan fotografer :

  1. Metta Widyaningrum (153070201)

  2. Wahyu Dwi Septiningrum (153070206)


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: