SEMANGAT DALAM MONUMEN SERANGAN UMUM 1 MARET 1949

9 11 2009

Monumen Serangan Umum 1 Maret berada di Jl. Jend A. Yani, di dekat Alun-alun Lor Kraton Yogyakarta. Di antara besi-besi pagar pengaman, monumen ini terlihat masih berdiri dengan kokoh dan tampak terawat. Monumen ini ramai dikunjungi anak-anak pada masa libur sekolah, sementara pada hari-hari biasa tempat ini terlihat seperti tempat biasa yang dijadikan tempat nongkrong karena didepan monumen ini disediakan sederet tempat duduk.

Seperti namanya, monumen ini dibangun sebagai representasi atas serangan yang terjadi pada tanggal 1 Maret 1949 di Yogyakarta. Serangan ini dilakukan oleh Tentara Republik Indonesia terhadap Belanda. Tujuannya adalah untuk mematahkan moral pasukan Belanda serta membuktikan pada dunia internasional bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) masih mempunyai kekuatan untuk mengadakan perlawanan. “Jogja kan waktu itu jadi Ibukota Republik Indonesia, jadi kalau bisa direbut meskipun sebentar, pengaruhnya akan sangat besar”, terang Suripto, pemandu wisata di Kraton Yogyakarta.

TNI menyusun strategi guna melakukan perlawanan terhadap tentara Belanda yang dimulai dengan melakukan tindakan sabotase seperti memutuskan jaringan telepon, merusak jalan kereta api dan sebagainya. Kemudian TNI melakukan serangan terhadap pos-pos Belanda yang telah menyebar di seluruh daerah di Indonesia.

Klimaks dari perlawanan ini terjadi pada tanggal 1 Maret 1949. Penyerangan ini dipimpin oleh Letnan Kolonel Soeharto, setelah mendapat persetujuan dari Sri Sultan Hamengkubuwono IX, kepala Daerah Istimewa Yogyakarta kala itu. Serangan dimulai serempak pada pukul 06.00 ke seluruh penjuru kota. Dan berakhir pada pukul 12.00 setelah Tentara Nasional Indonesia (TNI) menduduki wilayah tersebut selama 6 jam.

Semangat Tentara Nasional Indonesia kala itu patut diacungi jempol. Mereka mempunyai tekat yang kuat menunjukkan eksistensi dirinya. Dan dengan sekuat tenaga mereka menjalankan apa yang telah menjadi tujuan dan cita-cita mereka dari awal. Semangat inilah yang harusnya ditiru oleh pemuda di Indonesia, semangat untuk maju dan mencapai cita-cita. Agar kemenangan yang telah dicapai bangsa Indonesia dari penjajahan bangsa lain yang melalui perjuangan yang panjang tidak akan sia-sia.

 

fetures:

Wahyu Dwi Septiningrum / 153070206 / A


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: