UAS in depth news

11 01 2010

Mesin Cuci Menjadi Mesin Uang

Bisnis Laundry merebak disetiap sudut kota Yogyakarta, bisnis ini pun sangat menjanjikan. Dibalik cucian kotor tersimpan keuntungan yang berlimpah.

Laundry, itu merupakan tempat yang sudah tidak asing bagi kita. Diberbagai daerah, diberbagai kota, kita bisa menemukannya. Bisnis ini berawal dari laundry rumahan yang kemudian berkembang menjadi laundry kiloan atau yang biasa disebut cuci kiloan yang kita tahu sekarang ini.

Laundry mulai ada karena banyak orang yang mulai sibuk dengan  aktivitasnya sampai-sampai tidak ada waktu untuk mencuci pakaian mereka sendiri. Sejak pagi mereka sudah bergelut dengan pekerjaanya atau aktivitasnya, pulang sudah larut malam, dan hanya ada satu dibenak pikiran yaitu istirahat.

Sebenarnya mencuci pakaian adalah hal yang sepele, namun kareka kesibukan, hal itupun menjadi hal yang susah untuk dilakukan. Kerena itulah, bagi pengusaha laundry bisa dibilang mencuci pakaian adalah aktivitas yang kecil namun membawa pengaruh besar dalam kehidupannya. Badar, salah satu pemilik usaha laundry mengatakan bahwa usaha laundry ini cukup menguntungkan. Dia memilih usaha ini karena prospeknya bagus untuk kedepannya. Dimana banyak orang yang malas untuk melakukan pekerjaan ini.

Pada mulanya orang tidak mengerti bisnis ini. Apa sih laundry kiloan? Itu merupakan pertanyaan yang sering ditanyakan orang. Laundry kiloan sendiri adalah Jasa Pencucian Pakaian yang pembayaran jasa pencuciannya berdasarkan timbangan berat pakaian dalam kilogram. Setelah konsumen mengetahui bagaimana laundry kiloan itu, mereka mulai menerima. Mereka akan merasakan bahwa mencuci kiloan lebih hemat dan dari usaha ini orang yang sibuk terbantu untuk pekerjaan mencuci ini. Baik konsumen maupun pemilik laundry kiloan disini saling diuntungkan. Bagi konsumen biaya mencuci sangat ringan sesuai uang yang dimiliki. Disini pengusaha laundry juga diuntungkan, karena dengan harga yang terjangkau dapat menarik konsumen yang begitu banyak.

“ Laundry sangat membantu saya. Saya selalu sibuk hampir gak ada waktu buat nyuci baju, karena itu saya membutuhkan jasa ini buat nyuci baju saya,” ungkap Sari karyawan salah satu perusahaan swasta di Yogyakarta. Hal serupa diungkapkan oleh Maya, mahasiswi salah satu perguruan tinggi swasta di Yogyakarta. “Kalau ada laundry ngapaian harus susah-susah mencuci, selain itu saya juga gak ada waktu buat nyuci,” kata gadis cantik itu.

Melihat peluang bisnis yang bagus tersebut, banyak orang yang memilih bisnis ini. Sejak itulah Bisnis ini mulai merebak diberbagai kota. Pangsa pasar untuk laundry kiloan pun sangat luas mulai dari mahasiswa, rumah tangga, rumah sakit, rumah makan, bahkan perhotelan sekalipun. Harga murah dan pelayanan yang relatif cepat menjadi daya tarik bagi para pelanggannya.

Selain sistem kiloan, ada sebagian pengelola laundry menerapkan tarif konvensional tetapi tetap disesuaikan dengan pelanggannya. Kemeja atau kaos lengan pendek misalnya, cuman dikenakan 300 rupiah perpotong. Celana panjang 700 rupiah atau celana jeans 1000 rupiah perpotong. Sebagian tempat laundry bahkan ada yang menerapkan sistem paket.

Dengan uang 30 ribu rupiah, pelanggan dapat mencuci hingga 50 potong pakaian selama dua bulan. Namun meski terbilang murah dan terjangkau, tidak semua mahasiswa memanfaatkan laundry ini. Hanya disaat-saat tertentu mereka terpaksa membawa pakaian kotor ke laundry.

Walaupun banyak system yang ditawarkan banyak tempat laundry, system kiloan lah yang banyak diminati. “lebih murah laundry kiloan daripada laundry yang dihitung per baju, karena itu saya pilih kiloan. Lebih hemat!,” ungkap Santi, pelanggan Laundry.

Dalam perkembangannya, bisnis laundry pun mulai ada yang menggunakan system waralaba. Contohnya adalah Laundry Zone. LaundryZone merupakan Waralaba Laundry Kiloan dari Yogyakarta yang menggabungkan pengalaman terbaik dari tiga Laundry Kiloan : OneDay Laundry (berdiri 2002), NeoGrand Laundry, dan Fresh Laundry. LaundryZone mulai menawarkan peluang kerjasama waralaba untuk seluruh wilayah Indonesia dengan konsep Laundry Kiloan dengan komitmen cucian setiap pelanggan tidak dicampur dengan pelanggan lain dalam proses pencuciannya. System ini pun menjanjikan bagi mereka yang ingin bekerja sama. Hal ini karena Market leader dan merek dominan, tetap tumbuh dan berkembang ditengah persaingan yang ketat di kota asalnya Yogyakarta. Laundry ini merupakan bisnis jaringan (network) sehingga dengan anggaran relatif rendah dapat mengadakan promosi yang “wah”

Sebagaimana dikatakan Aditya, laki-laki yang berusia 45 tahun ini yang memiliki salah satu cabang laundry Zone, mengatakan bahwa system waralaba mempermudah dia untuk membuka usaha landry. Dengan merek yang sudah dikenal masyarakat, laudrynya sudah banyak mendapatkan pelanggan.

Akibat dari maraknya bisnis ini, banyak orang yang memerlukan pelatihan laundry. Untuk memulai usaha laundry ini memang tidak semudah yang dipikirkan banyak orang, terutama dalam menghadapi persaingan antar usaha sejenis. Diperlukan perencanaan dan perhitungan yang matang serta strategi pemasaran yang pas dengan target pasar yang dituju. Pelatihan Laundry ini merupakan persiapan yang dilakukan orang untuk berbisnis laundry. Hal ini juga diakui oleh Badar, “Pengetahuan saya tentang laundry ini banyak saya peroleh dari pelatihan ataupun seminar. Pengetahuan itu saya terapkan dalam usaha saya ini,” ungkapnya.

Suatu bisnis akan berjalan dengan baik bila ada perencanaan yang baik dan manajemen yang baik pula. Bisnis laundry pun juga begitu. Bisnis kecil jika mempunyai strategi yang baik maka akan menuai keuntungan juga.

_Tulisan Utama_

Dari Cucian, Memetik Keuntungan

Keuntungan bukan hanya berasal dari bisnis besar saja, dari cucian pun keuntungan datang. Bisnis kecil bukan berarti kecil pula keuntungannya.

Beberapa tahun terakhir, bisnis laundry dengan pangsa pasar utama mahasiswa kian marak di Yogyakarta. Harga murah dan pelayanan yang relatif cepat menjadi daya tarik bagi para pelanggannya. Prospek usaha ini pun bagus. Dari pandangan itulah orang berminat membuka usaha ini.

Apabila kita melewati daerah gedong kuning, Yogyakarta. Dengan mudah kita akan menjumpai rumah-rumah memasang papan nama menawarkan jasa laundry. Salah satu laundry yang ada disana adalah Laundry Duloe. Laundry ini terbilang laundry baru tetapi tidak kalah bersaing dengan Laundry lainnya. Laundry Duloe merupakan salah satu Laundry kiloan yang ada.

“Senyum sapa salam” merupakan slogan yang diterapkan oleh Laundry Duloe untuk melayani pelanggannya. Dari slogan ini diharapkan pelanggan tetap setia. Berawal dari modal yang tidak begitu besar, laundry ini mencoba untuk bersaingan dengan yang lainnya.

Usaha jasa cuci pakaian milik Badar (25) ini telah berjalan hampir 2 tahun. Awalnya, Badar mencoba usaha ini karena susahnya mencari pekerjaan di jaman sekarang ini. “Usaha laundry menarik perhatian saya karena dari cucian saja kita bisa mendapat keuntungan yang lumayan,” ungkapnya.

Jika berbicara masalah keuntungan, laundry ini sudah memdapat keuntungan yang lumayan. Keuntungan itu pun bisa mengganti modal yang telah dikeluarkan. “Mendapat berkah dari tumpukan cucian kotor, itu yang saya rasakan sekarang,” katanya.

Untuk memuaskan pelanggannya, berbagai layanan ditawarkan. Layanan itu seperti, ada layanan antar-jemput, fasilitas ekspress 4 jam jadi dan ada juga layanan setrika. Hargapun relative lebih murah daripada laundry lainnya.

Dibalik keuntungan itupun, usaha ini juga ada kendalanya. Mesin rusak, listrik mati, keluhan dari pelanggan, semua itu adalah kendala yang sering diterima. Hal ini pun sesuai yang diungkapkan laki-laki berusia 25 ini, “Banyak kendala yang sering kami terima, tetapi dari situlah kita mencoba memperbaiki kekuarangan yang ada agar pelanggan tetap percaya dengan jasa kita,” ungkapnya.

_Tulisan Pendukung_

(Metta Widyaningrum)

UAS Jurnalisme Online

153070201 / A


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: